Museum Ullen Sentalu : Daya Tarik, Fasilitas, Rute, Jam Buka dan Harga Tiket

0
237
Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu

Jika mendengar kata museum pasti sebagian besar berpikir bahwa museum adalah suatu tempat yang membosankan dan hanya berisi benda-benda bersejarah yang disimpan di etalase kaca. Namun lain halnya dengan Museum Ullen Sentalu ini. Museum ini merupakan salah satu museum yang unik di Indonesia. Terletak di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. Museum Ullen Sentalu merupakan kependekan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang memiliki arti “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filosofi tersebut diambil dari sebuah lampu minyak yang biasa dipergunakan saat pertunjukan wayang kulit.

Museum Ullen Sentalu ini merupakan museum di Jogja yang dikelola oleh Yayasan Ulating Blencong. Di museum kebudayaan ini, kamu tidak akan menemukan label-label yang bertuliskan penjelasan tentang koleksi yang ditampilkan. Inilah yang justru menjadi ciri khas Museum Ullen Sentalu. Jadi untuk mengelilingi museum ini, kamu akan dipandu oleh seorang guide yang menceritakan tentang sejarah Mataram. Di beberapa ruangnya juga terdapat barang peninggalan dari zaman Mataram. Jadi jangan heran kalau pemandu tur di sini juga tahu tentang sejarah Mataram di masa silam. Seru sekali kan, bisa belajar langsung tentang sejarah tanpa harus membaca?

Museum Ullen Sentalu ini memiliki sembilan ruang yang masing-masing memiliki kegunaan berbeda. Beberapa ruangan tersebut di antaranya:

  • Ruang Selamat Datang, ruangan yang merupakan area penyambutan tamu atau pengunjung museum.
  • Ruang Seni Tari dan Gamelan, di sini Kamu akan menemukan seperangkat gamelan yang merupakan hadiah hibah dari seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
  • Ruang Guwa Sela Giri, ruangan bawah tanah yang memamerkan karya lukisan dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
  • Ruang Syair (Balai Sekar Kedaton), tempat di mana syair-syair yang ditulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947 ditampilkan. GRAj Koes Sapariyam konon dulunya lebih dikenal dengan sebutan Tineke, yang kisah cintanya tak direstui orang tuanya. Dan para kerabat serta sahabatnya banyak mengirim surat penyemangat untuknya. Namun pada akhirnya, Putri Tineke ini melepas status ningratnya untuk mengejar cinta.
  • Royal Room Ratu Mas, ruangan khusus yang dipersembahkan untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
  • Ruang Batik Vorstendlanden, ruangan ini banyak menyimpan koleksi batik.
  • Ruang Batik Pesisiran, hampir sama dengan Ruang Batik Vorstendlanden yang juga menyimpan koleksi batik.
  • Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII, Gusti Nurul dari kecil hingga menikah. Semasa hidupnya, Gusti Nurul ini dikenal sebagai seorang putri bangsawan Jawa yang anti poligami, cerdas dan lihai menari. Bahkan ia juga pernah menari di Belanda pada tahun 1937 di pernikahan putri Juliana. Gusti Nurul pernah hendak dipersunting oleh empat tokoh terkenal, yaitu Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Namun keempatnya ditolak, dan ia memilih untuk menikah dengan seorang tentara.
  • Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.

Satu hal yang juga membedakan museum Ullen Sentalu dengan museum lainnya adalah, di sini pengunjung tidak boleh berfoto kecuali di Borobudur Relief.

Ada dua alasan yang melatarbelakangi larangan berfoto tersebut. Pertama, alasan mistis yang berhubungan dengan keberadaan benda atau makhluk ghaib. Ya, museum ini konon memang terkenal dengan nuansa mistis yang horor dan cukup membuat bulu kuduk merinding. Konon, di berbagai ruang museum ini  terdapat putri-putri bangsawan jaman dulu (yang tentunya tak kasat mata). Jadi pengunjung dilarang mengambil foto karena mungkin hal itu akan mengganggu keberadaan mereka.

Alasan kedua, yang sebetulnya cukup masuk akal. Museum Ullen Sentalu sebetulnya merupakan museum dengan sistem “Living Museum”. Yaitu museum yang selalu melakukan perubahan susunan display artefak setiap kurun waktu tertentu. Jadi akan sangat mungkin, 10 kali datang ke sana, Kamu akan menemukan 10 susuan artefak yang beda.

Hubungannya dengan larangan berfoto? Tentu ada, istilah kerennya “Experiencing Museum”. Yaitu museum yang memang harus dialami sendiri oleh pengunjung, bukan sekadar melihat dari foto-foto. Karena meski sudah melihat foto sekilas, pengalaman yang akan didapat setiap pengunjung akan sangat berbeda. Untuk itu, keberadaan foto tak akan bisa menggambarkan semua hal yang akan dialami pengunjung.

Museum Ullen Sentalu ini lebih menyajikan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana bangsawan Jawa berpikir dan menjalani kehidupan mereka. Hal yang memang tidak dapat digambarkan lewat foto secara sempurna.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Ullen Sentalu ini, jam buka dimulai dari 08.30-16.00 untuk hari Selasa sampai Jumat dan pukul 08.30 hingga 17.00 untuk hari Sabtu dan Minggu, khusus hari Senin tutup. Tiket masuk yang dipatok adalah Rp 30.000 untuk wisatawan lokal dewasa dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara. Sementara anak-anak tiket masuknya seharga Rp 15.000 dan Rp 30.000 untuk wisatawan mancanegara anak-anak. Setelah mengelilingi museum dan sambil belajar sejarah, pengunjung akan disuguhkan minuman tradisional seperti kunir asem atau beras kencur. Di dalam area Museum Ullen Sentalu ini juga ada galeri tas sehingga pengunjung bisa sambil berbelanja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here