Candi Ratu Boko : Daya Tarik, Fasilitas, Rute, Jam Buka dan Harga Tiket

0
203
Keraton Ratu Boko
image: http://www.starjogja.com
Keraton Ratu Boko
image: http://www.starjogja.com

Jika membicarakan tentang Jogja, seolah memang tidak ada habisnya. Selain terkenal dengann keindahan alamnya, Jogja merupakan kota dengan seribu budaya yang menyuguhkan sejarah lampau yang menarik untuk kita simak. Salah satu tempat wisata budaya yang sayang untuk dilewatkan jika kamu mengunjungi Kota Gudeg ini adalah Candi Ratu Boko. Sebenarnya bangunan ini bukan termasuk golongan candi, karena Ratu Boko adalah reruntuhan dari sebuah istana dan bangunannya pun tidak ada yang menyerupai Candi. Orang-orang juga lebih sering menyebutnya dengan Keraton Ratu Boko atau Situs Ratu Boko.

Sejarah Keraton Ratu Boko

Berawal pada abad ke 17, ada seorang warga Eropa yang sempat berkunjung ke Jawa, tepatnya di wilayah Bokoharjo. Hanya saja, orang tersebut tidak menemukan situs yang dimaksud. Orang eropa yang masih penasaran dengan situs ini pun bercerita dengan H.J. De Graff orang Belkamu yang kemudian dilakukanlah sebuah penelitian oleh FDX Bosch yang pada akhirnya ditemukanlah reruntuhan ini.

Berdasarkan sumber dari Prasati Abhayagiri Wihara pada tahun 792 M, Keraton Ratu Baka merupakan tempat Rakai Panangkaran yang mengundurkan diri dari Raja Mataram karena, membutuhkan sebuah ketenangan. Kemudian, Rakai Panangkaran membangun sebuah wihara yang disebut Abhayagiri Wihara.

Ada pula sebuah cerita yang berkembang bahwa Ratu Boko ini diambil dari sebuah nama yang juga mengacu pada Ayah dari legenda Roro Jonggrang. Cerita ini sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat sekitar. Keraton Ratu Boko sudah digunakan pada masa dinasti Syailendra.

Berdasarkan arca-arca yang ditemukan di sekitarnya, Keraton Ratu Boko ini disebut sebagai bangunan yang beraliran Hindu maupun Budha. Kompleks bangunan ini juga erat dikaitkan dengan kisah Candi Prambanan, yakni legenda Roro Jonggrang.

Daya Tarik Keraton Ratu Buko

Situs ini berada di atas bukit dengan ketinggian 200 mdpl. Bisa dibilang kawasan ini adalah sebuah kawasan keraton yang cukup lengkap diantara keraton jawa lainnya. Dimana kompleks bangunan ini cukup lengkap tediri dari pintu gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, dan juga pagar pelindung.

Selain arsitektur bangunannya yang indah dan sangat menarik bagi kaum pemburu fotografi, melihat pemkamungan dari atas Keraton Ratu Boko ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi Keraton Ratu Boko. Di sekitar candi terdapat kursi-kursi duduk yang dapat digunakan wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati alam sekitar.

Satu lagi hal yang selalu ditunggu-tunggu para pengunjung jika berada di Keraton Ratu Boko ini. Yup, panorama matahari terbenam atau sunset selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para photo hunter untuk mendapatkan gambar yang sangat cantik. Tak heran jika pada waktu sore hore banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang bersambang di Ratu Boko.

Foto : https://www.wego.co.id/berita/mengejar-sunset-ke-petilasan-candi-ratu-boko/

Rute dan Lokasi Keraton Ratu Boko

Keraton Ratu Boko terletak di Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Dari arah Kota Jogja ambil jalur jalan Solo sampai tiba di lampu merah pertigaan pasar Prambanan. Kemudian belok ke kanan dan berjalan sekitar 3 kilometer. Setelah masuk di jalan ini, akan ada papan petunjuk yang mengarahkan ke Keraton Ratu Boko.

Harga Tiket Keraton Ratu Boko

Jika sebelumnya Kamu mengunjungi Candi Prambanan sebelum ke Keraton Ratu Boko, maka Kamu bisa membeli tiket terusan seharga Rp 40.000. kemudian Kamu bisa mengunjungi Keraton Ratu Boko dari Candi Prambanan dengan mengendarai Shuttle Bus. Tapi shuttle bus ini hanya tersedia sampai jam 4 sore saja. Jika teman-teman langsung datang ke Keraton Ratu Boko, maka tiket yang harus dibayarkan adalah Rp 40.000.

Nah, jadi kapan sobat Nginapdijogja datang ke Jogja untuk berwisata?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here